146 Dosen Berbagai Asal Universitas Ikuti AA & Pekerti Untag Surabaya

Rabu, 06 Juli 2022 - 09:41:43 WIB || Dibaca: 454 kali

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 1955/E4/KK.01.01/2021, tertanggal 11 Juli 2021, Untag Surabaya terpilih menjadi salah satu perguruan tinggi pelaksana resmi Pelatihan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Applied Approach (AA). Pada Senin (27/6), Untag Surabaya kembali menggelar pelatihan Pekerti angkatan ke-6 dan AA angkatan ke-3 selama lima hari. Pelatihan dilakukan secara daring dan diisi oleh delapan pemateri yang pakar dalam bidangnya yakni, Prof. Dr. Achmadi Susilo, MS.; Prof. Dr. V.Rudy Handoko, M.Si.; Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M.; Prof. Dr. Tatik Suryani, S.Psi., M.M.; Dr. H. Sueb Hadi Saputro., M.Pd.; Prof. Dr. Noor Harini, M.S.; Prof. Dr. Pardji, M.Pd. dan Dr. Harjanto.

Pelatihan yang digelar secara daring ini diikuti oleh para Dosen yang berasal dari berbagai universitas, terdapat 98 peserta Pekerti dan 48 peserta AA. Dosen merupakan salah satu sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi yang memegang peranan penting dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Program Pekerti menjadi salah satu upaya agar para dosen bisa meningkatkan kompetensi, serta terampil dalam mengajar agar ilmu yang diberikan kepada mahasiswa mudah untuk di serap dan di pahami dengan baik.

Hadir secara daring, Rektor Untag Surabaya – Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. berkesempatan untuk memberikan sambutan sekaligus membuka pelatihan ini. Prof Nug, sapaan akrabnya, mengatakan Program ini diselenggarakan guna meningkatkan kompetensi dosen yang profesional serta keterampilan dalam bidang ilmu dan seni mengajar. “Pekerti diperuntukkan untuk dosen yang muda tentunya itu wajib, sedangkan AA diperuntukkan untuk Dosen yang senior. Tujuannya, ketika kita meningkatkan kompetensi Dosen yang profesional, serta meningkatkan keterampilan bidang ilmu dengan seni tenaga pendidik,” papar Prof Nugroho.

Dijelaskan lebih lanjut, terdapat dua hal yang perlu dikuasai oleh dosen yaitu how to know dan how to do. “Dosen bukan sekedar hanya mengajar namun Dosen juga akan memanajemen berbagai mata kuliah yang akan disampaikan. Ada dua hal yang dikuasai oleh Dosen. Dosen wajib untuk update dan menguasai mata kuliah yang diajarkannya (how to know) dan bagaimana untuk bisa terampil dalam menyampaikan mata kuliah sehingga mudah dipahami oleh mahasiswa dengan baik (how to do). Sekali lagi selamat datang di Kampus Merah Putih dan mudah-mudahan seluruh peserta akan mendapatkan ilmu baru dalam mengajar,” sambutnya.

Sebelum masing-masing peserta memasuki room Pekerti dan AA, seluruh peserta diberi materi pembekalan tentang wawasan kebangsaan dengan enam nilai dasar. Materi wawasan kebangsaan ini langsung disampaikan oleh Ketua Yayasan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya – J. Subekti, S.H., M.M.. “Pentingnya pemahaman wawasan kebangsaan dalam diri kita untuk memperkokoh jiwa Nasionalisme. Jadikanlah diri kita sebagai Pancasila untuk menyongsong Indonesia maju dalam kehidupan dunia yang beradab,” jelas J. Subekti. 

Selain materi wawasan kebangsaan, peserta Pekerti dan AA juga diberikan materi pembelajaran pendidikan sebagai sistem, jenjang karir dosen, dasar-dasar komunikasi, keterampilan dasar mengajar, taksonomi dan tujuan instruksional, hingga Praktek Mengajar Team (Mikro Teaching). (rz)


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya || Katalog Ulisys Untag Surabaya