Waspada Phishing
Selasa, 04 Maret 2025 - 13:30:58 WIB || Dibaca: 73 kaliPhishing via email adalah salah satu metode paling umum yang digunakan oleh penjahat siber untuk mencuri informasi pribadi, seperti kata sandi, nomor rekening bank, atau data sensitif lainnya. Berikut adalah beberapa poin penting yang sering dibahas dalam berita terkait waspada phishing di email:
1. Modus Phishing via Email
-
Pelaku mengirim email yang tampak seperti berasal dari institusi terpercaya, seperti bank, layanan pembayaran online (contoh: PayPal), atau bahkan perusahaan teknologi besar (contoh: Google, Microsoft).
-
Email tersebut biasanya meminta penerima untuk:
-
Mengklik tautan yang mengarah ke situs web palsu.
-
Mengunduh lampiran berisi malware.
-
Memberikan informasi pribadi secara langsung.
-
2. Ciri-Ciri Email Phishing
-
Alamat Pengirim Mencurigakan: Alamat email pengirim tidak resmi atau tidak sesuai dengan domain perusahaan yang diklaim.
-
Tautan atau Lampiran Berbahaya: Email mengandung tautan yang mengarah ke situs web palsu atau lampiran yang dapat menginfeksi perangkat dengan malware.
-
Pesan yang Membuat Panik: Email sering menciptakan rasa urgensi, seperti ancaman akun akan diblokir atau tawaran hadiah yang harus segera diklaim.
-
Kesalahan Tata Bahasa: Banyak email phishing mengandung kesalahan tata bahasa atau ejaan yang tidak profesional.
3. Contoh Kasus Phishing via Email
-
Email Penipuan Bank: Email yang mengklaim berasal dari bank, meminta penerima untuk "memverifikasi" akun dengan mengklik tautan dan memasukkan data login.
-
Email Hadiah atau Undian: Email yang menginformasikan penerima bahwa mereka memenangkan hadiah, tetapi harus mengklik tautan atau membayar biaya tertentu untuk menerimanya.
-
Email Palsu dari Perusahaan Teknologi: Email yang mengklaim akun email atau media sosial penerima akan dinonaktifkan kecuali mereka segera mengupdate informasi.
4. Cara Mencegah Phishing via Email
-
Jangan Klik Tautan atau Lampiran: Hindari mengklik tautan atau mengunduh lampiran dari email yang mencurigakan.
-
Verifikasi Keaslian Email: Periksa alamat email pengirim dan pastikan domainnya resmi. Jika ragu, hubungi perusahaan tersebut melalui saluran resmi.
-
Gunakan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Aktifkan 2FA untuk melindungi akun Anda, bahkan jika kata sandi Anda bocor.
-
Perbarui Perangkat Lunak: Pastikan perangkat lunak dan aplikasi Anda selalu diperbarui untuk menghindari kerentanan keamanan.
-
Laporkan Email Phishing: Jika Anda menerima email phishing, laporkan ke penyedia layanan email (seperti Gmail, Yahoo, atau Outlook) atau pihak berwenang setempat.
5. Statistik dan Tren Terkini
-
Menurut laporan keamanan siber, serangan phishing via email terus meningkat, terutama sejak pandemi COVID-19, di mana banyak orang beralih ke aktivitas online.
-
Sektor yang paling sering menjadi target adalah perbankan, e-commerce, dan layanan kesehatan.
6. Edukasi dan Kesadaran
-
Banyak perusahaan dan lembaga pemerintah mengadakan kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya phishing.
-
Pelatihan keamanan siber bagi karyawan juga semakin digalakkan untuk mencegah serangan phishing di lingkungan kerja.
7. Contoh Berita Terkini
-
Kampanye Bank Indonesia: Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap email phishing yang mengatasnamakan BI, meminta verifikasi data atau pembayaran.
-
Kasus Phishing di Indonesia: Beberapa kasus terbaru melibatkan email phishing yang mengklaim sebagai layanan pajak (DJP Online) atau layanan pengiriman paket (JNE, J&T).
8. Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Kena Phishing?
-
Segera ubah kata sandi akun yang terkait.
-
Pantau aktivitas akun dan laporan keuangan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.
-
Laporkan ke pihak berwenang, seperti unit keamanan siber atau penyedia layanan emai
Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya || Katalog Ulisys Untag Surabaya